Rumah Sasongko

Merawat Seduluran
Ruang Kerja Bersama [Co-Working Space] dalam semangat kolaborasi kebersamaan, persaudaraan dan kekeluargaan.
Rumah inkubasi startup di Gombel Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah.

About Rumah Sasongko Gombel Semarang

.......

Latest Article

Senin, 02 Oktober 2017

Reportase Forum Nandur Becik #5


Keseruan FNB #5

Ngobrolin soal era kekinian pastinya nggak bakal ada abisnya. Seperti Forum Nandur Becik 5 yang kali ini yang bahas tentang “Comic is Dynamic, Bagaimana Industri Komik di Era Distruptive”. Diadakan tanggal 22 Septerber 2017 yang bertepatan pada hari Jumat di Rumah Sasongko dengan menghadirkan pembicara Archie “The Redcat”, creator Komik Eggnoid.

 Archie The Redcat sedang sharing tentang dunia komik digital

Acara dimulai sekita pukul 16.00 wib, FNB 5 terasa istimewa karena respon peserta yang luar biasa. Sekitar pukul 14.00 wib sudah ada beberapa peserta yang berdatangan. Acara dibuka oleh Mas Akbar dan Mas Yogi, dan dimoderatori oleh Mas Yogadanu. Sesi pertama diisi sharing seru dari studio-studi ilustrasi yang berkegiatan di Rumah Sasongko serta rekan-rekan yang sehari-hari kegiatannya tidak jauh dari ilustrasi atau komik. Ada Green Button Studio, Arkhan Studio, Indos Studio, Mas TP dari Agromedia Group dan Mas Erick.


Masuk ke sesi utama, yaitu sharing-sharing bareng Archie. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sosok ini. Ngomik ibarat sudah menjadi nafanya, bagaimana tidak? Archie sudah ngomik sejak kecil. Debut komik pertamanya yang diterbitkan yaitu saat ia duduk di bangku SMA. Komik pertama ini diterbitkan di majalah Animoster, majalah yang pasti dikenal pecinta komik atau animasi. Dari pengalamannya ini, tentu Archie merasakan komik dari konvensional hingga komik era kekinian. Bila di era konvensional seorang komikus biasa mendapat feedback dari pembaca melalui surat atau email, berbeda sekali dengan komik di era kekinian dimana komikus langsung bisa mendapat respon dari pembaca melalui sosial media. “Nyari duit dulu baru bikin komik, bukan ngomik dulu baru dapet duit” Ucapan dari Archie yang membuat peserta tertawa sambil mikir.

Foto Bersama

Keseruan FNB 5 pun tak berakhir saat Mas Akbar dan Mas Yogi menutup acara. Archie langsung diserbu untuk foto bareng, diminta tanda tangan dan sharing-sharing lebih private. Semoga Forum Nandur Becik selalu membawa manfaat untuk rekan-rekan semua.   
Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Semarang

Rabu, 13 September 2017

Forum Nandur Becik #5 : Comic is Dynamic




Komik, siapa yang tidak mengenal komik? Bagi generasi 90an komik merupakan salah satu bacaan yang sering dicari dan diburu saat berada di toko buku. Bahkan saking banyaknya peminat, pada waktu itu mulai mejamur kios-kios yang menyewakan ratusan judul komik. 

Perkembangan teknologi ternyata membawa nafas baru pada dunia perkomikan. Seperti pada tahun 2010 mulai muncul tren komik digital. Rupanya tren digital terus berkembang hingga di tahun 2011 dengan munculah salah satu portal komik bernama Makko. Portal komik digital pun semakin berkembang di tahun-tahun berikutnya, seperti Ngomik.com ,  Komikoo, Line Webtoon, hingga Ciayo.

Salah satu nama komikus Indonesia yang mulai eksis di dunia komik digital ialah Archie The Redcat. Cewek kelahiran 31 Maret ini memulai debut pertamanya di Webtoon Challenge pada tahun 2015. Di kompetisi tersebut, mojang Bandung ini meraih juara ke dua dengan judul komik Eggnoid. Komik yang berkisah tentang gadis kesepian dan telur raksasa yang berisi cowok ganteng ini ternyata dapat merebut banyak minat pembaca, tak hanya Indonesia saja lho namun juga hingga Thailand. Tak heran bila hingga saat ini pembacanya sudah mencapai 1,4 juta pembacanya.

Nah.. Forum Nandur Becik episode ke 5 ini akan menghadirkan Archi The Redcat sebagai nara sumbernya. Mengusung tema “Comic Is Dynamic”, forum yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 September 2017 bertempat di Rumah Sasongko, Jl. Gotong Royong No. 147, Gombel Lama Semarang bakal mengupas bagaimana komik industri komik bertahan di era disruptive. Buat kamu yang suka dengan komik atau sedang mulai membuat komik langsung saja daftar di link: s.id/fnb5  

Ajak teman sebanyak-banyaknya yaa!



Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Startup Wirausaha

Senin, 04 September 2017

Reportase Forum Nandur Becik #4


Beberapa tahun belakangan ini startup sedang banyak diperbincangkan. Tak hanya menjadi perbincangan hangat, namun banyak anak muda saat ini berbondong-bondong membuat startup. Ada yang berhasil, ada pula yang dalam waktu singkat gulung tikar. Dari banyak cerita yang muncul itulah #ForumNandurBecik4 mengusung tema yaitu “Start Up Life”.

Acara ini kami langsungkan hari Selasa tanggal 29 Agustus 2017, dimulai pukul 4 sore. Seperti #ForumNandurBecik sebelum-sebelumnya acara dibuka dengan alunan musik dari home band Rumah Sasongko yaitu Narajiwa. Berlanjut ke sesi berikutnya, mas Yogadanu membuka acara dan mengajak beberapa orang peserta untuk sharing kegiatan mereka. Cukup banyak dari peserta yang berkenan untuk sharing kegiatan serta pengalamannya. Diantaranya, sharing dari teman-teman FLS yang bercerita apa sih FLS itu dan bagaimana kegiatan mereka. Dilanjutkan sharing dari mas David dari Qappas.com yang sharing tentang apa kegiatan mereka, lalu sharing dari mas Alvin yang kegiatan sehari-harinya membuat komik, dan Elan putra dari bu Septi yang sharing apa yang sedang ia lakukan sekarang ini.


Setelah sharing-sharing seru dari peserta cukup sebagai pemanasan acara, masuklah kita ke sesi dari mas Aris. Pada sesi ini beliau banyak bercerita pengalamannya memulai sebuah startup. Dimulai dari awalnya sebagai seorang karyawan lalu mulai usaha jualan handphone. Dari berjualan handphone yang mendapat respon cukup baik inilah niat untuk berbisnis semakin besar. Namun, diperjalanannya usaha jual handphone ini mesti tutup karena ada beberapa kendala. Tak patah semangat, mas Aris mengikuti sebuah workshop untuk menambah wawasan dalam dunia bisnis. Dari situlah lahir Eragano, sebuah startup yang bertujuan untuk membantu petani dari hulu ke hilir. Perjalanan Eragano pun cukup panjang, mulai dari mendapat funding, gonta-ganti personel hingga akhirnya Eragano mesti ditutup. Dari perjalanan tersebut mas Aris banyak belajar bagaimana mengelola sebuah bisnis atau startup. Tak langsung membuat bisnis baru setelah Eragano tutup, mas Aris memilih kembali belajar dan bertemu dengan para pelaku bisnis di berbagai daerah. Merasa siap untuk memulai, ia membangun Qelisa yang punya tujuan hampir sama dengan Eragano, yaitu membantu petani. Tak sampai disitu, ia juga membuat Aruni dengan tujuan serupa. Dari semua yang mas Aris sampaikan, ada pesan penting yang bisa diambil yaitu dalam membangun sebuah bisnis atau startup carilah mentor agar mempercepat pertumbuhan karena mentor akan membantu menjaga bisnismu. Pesan berikutnya adalah perjalanan sebuah bisnis atau startup dimulai ketika mendapat investor. Pesan terakhir yang bisa kita ambil adalah ketika sudah memilih, maka fokus dan komitmen menjadi kunci keberhasilannya.


Merasa terisi dan mungkin ada yang tersadar setelah apa yang disampaikan mas Aris, sesi dilanjutkan oleh mas iLik dengan bahasan yang lebih panas. Mulai dari bahasan tentang teknologi masa depan hingga bagaimana membuka diri menjadi kunci sebuah keberhasilan seseorang. Pri Gs pun menjadi penutup Forum Nandur Becik. Beliau menyampaikan sesuatu yang benar-benar bisa menjadi pelajaran berharga. “Segala sesuatu yang sifatnya dzalim secara sistemik, akan mati dengan sendirinya. Maka biarkan saja”, tutur Prie GS sore itu. Tak sampai disitu, beliau juga menyampaikan “Berbisnislah dengan hakekat dan jadilah otentik.” Acara pun ditutup.

Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Semarang Startup Wirausaha

Kamis, 24 Agustus 2017

Forum nandur Becik #4 : Start-up Life


Tren start-up mulai menjamur. Data Techlist seperti dikutip Techinasia menyebutkan pada kuartal pertama 2015 terdapat 93 perusahaan rintisan di Asia Tenggara memperoleh pendanaan, 24 diantaranya merupakan start-up Indonesia dan bertambah menjadi 62 pada akhir tahun. Pencapaian ini rupaya berlanjut di tahun 2016. sejumlah 88 start-up memperoleh pendanaan dari investor bahkan beberapa memperoleh dana fantastis hingga 550 juta US Dollar. Kuartal pertama tahun 2017 sedikir berbeda, walaupun secara nominal investasinya meningkat, namun pendanaan untuk start-up tahap awal justru menurun bahkan beberapa start-up beberapa start-up harus menutup layanannya karena berbagai alasan.

Saat ini banyak Anak muda berlomba-lomba menjadi CEO di start-up yang dirintisnya. Dengan iming-iming investasi menjanjikan, mereka berlari kencang mengeksekusi ide dan gagasannya. Namun tak banyak yang menyadari bahwa proses yang mesti dilalui tidak sebentar apalagi mudah. Wal hasil memasuki tahun kedua, 80% perusahaan rintisan mesti gulung tikar. Menginginkan hasil instan, terburu-buru melakukan penetrasi produk dan layanan, dan tidak fokus menjadi penyebab utamanya. Mereka alfa ada proses pengkristalan mental menjadi pengusaha tangguh yang mesti dilalui. Tidak mudah, tidak sebentar, dan menuntuk fokus serta konsistensi.

Salah satu pegiat start-up yang sudah melalui pasang surutnya kehidupan start-up di Indonesia adalah Aris Hendrawan. Mengawali kiprahnya di dunia start-up pada 2010, Arish bersama rekannya kemudian memantapkan diri untuk membuat start-up pertanian bernama Eragano pada 2014 yang kemudian didapuk sebagai Chief Operation Officer. Tak lama berselang, bisnis yang fokus menawarkan solusi end-to-end untuk petani mendapatkan pendanaan awal miliaran rupiah dari East Venture. Namun Eragano tidak berjalan mulus. Memasuki tahun kedua, Arish mengundurkan diri sebagai COO dan memulai membangun start-up Fintech dengan bendera Qelisa yang saat ini sedang melakukan pengembangan produk dan masih berfokus pada validasi produk.

Forum Nandur Becik episode 4 kali ini menghadirkan Aris Hendrawan. Acara akan dihelat pada 29 Agustus 2017 pukul 15.30 bertempat di Rumah Sasongko, jalan Gotong Royong no. 147 Gombel Lama, Semarang. Bagi para start-up enthusiast, pastikan dirimu hadir di Forum berjejaring ini dengan mengisi daftar hadir di link berikut : s.id/fnb4

Sumber :
https://id.techinasia.com/infografis-87-startup-indonesia-yang-meraih-pendanaan-di-tahun-2016
http://www.tempo.co/read/kolom/2015/10/02/2310/indonesia-raksasa-teknologi-digital-asia
https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/6095/Indonesia+Raksasa+Teknologi+Digital+Asia/0/sorotan_media

Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Startup Wirausaha

Sabtu, 22 April 2017

Forum Nandur Becik #3: Kenapa Content Marketing ?


Istilah Content Marketing menjadi popular seiring dengan digitalisasi informasi. Dulu, konsumen
pasif dan hanya menjadi objek penerima informasi, sekarang justru posisi konsumen sebagai subjek
dan secara aktif terlibat dalam pencarian informasi. Dulu perusahaan hanya mengandalkan iklan
sebagai lini depan strategi promosi, sekarang orang-orang benci dengan iklan, bahkan 2 juta orang
menggunakan aplikasi pemblokir iklan.

Oleh karenanya, praktik pemasaranpun turut berubah. Perusahaan-perusahaan berbagai skala
berlomba-lomba menciptakan konten. “Content is the king”, katanya. Faktanya memang berbicara
demikian. Menurut penelitian yang dilakukan Content Marketing Institute, lebih dari 70%
perusahaan mempekerjakan “Content Marketer”. Hasilnya memang menjanjikan. Nell Patel, seorang
content marketing expert menyebutkan content marketing dapat menciptakan traffic 7,8 lebih tinggi
dibandingkan iklan. IBM Digital Experiences survey bahkan menyebutkan content marketing dapat
menciptakan keterlibatan konsumen terhadap produk atau merek tertentu.

Di Indonesia sendiri, content marketing sudah banyak diaplikasikan oleh beberapa merek. Kalau kita
ingat di pertengahan tahun 2015, sebuah aplikasi messanger LINE membuat konten video untuk
mempromosikan salah satu fitur terbarunya, dengan mengangkat kembali kisah Ada Apa Dengan
Cinta. Konten tersebut kemudian viral dan berhasil menyedot perhatian khalayak luas. Setelah itu,
tren content marketing semakin berkembang tidak hanya berupa video, tapi juga audio, foto,
infografik, bahkan berupa teks.

Bagi pebisnis pemula, menerapkan content marketing menjadi alternatif solusi pemasaran ditengah
gempuran iklan yang tentunya membutuhkan lebih banyak biaya. Oleh karena itu, Forum Nandur
Becik 3 hadir kembali dengan tema Content Marketing. Berkolaborasi dengan Bobo Magz, seorang
visual artist, dan Tino Renato, seorang fotografer profesional, Forum yang diadakan pada Kamis, 27
April 2017 ini ingin menjadi wadah untuk para pebisnis pemula, pendiri start-up, maupun digital
enthusiast berdiskusi menggali lebih dalam bagaimana konten bekerja untuk pemasaran. FNB,
begitu acara ini lebih dikenal bertempat di Rumah Sasongko, Jalam Gotong Royong No. 147, Gombel Lama, Semarang. Silahkan melakukan registrasi terlebih dahulu di s.id/fnb3.
Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Semarang Startup Wirausaha

Kamis, 20 April 2017

Reportase Forum Nandur Becik #2


Setelah lama vakum sejak event pertama, setahun sebelumnya yang diadakan di Paragon bersama komunitas Orart Oret Semarang. Event Forum Nandur Becik #2 ternyata masih mampu menyedot animo kawula muda kreatif di kota Semarang. 100 an anak muda datang dan meramaikan Rumah Sasongko sore ini.

Sekalipun awalnya masih banyak yang bertanya-tanya ini event mau ngapain, bercerita tentang apa, dan mau dibawa kemana. Dengan dipandu Duo MC dari Rumah Sasongko, YogaDanu dan Abay yang bertugas mengawal acara, bercerita panjang lebar tentang alasan kenapa acara ini diadakan serta membahas tema FNB2 “Bisnis Kreatif Berbasis IT”. Akhirnya terjawab sudah, tujuan dari event ini diadakan.


Event ini bisa dibilang cukup spesial, karena event FNB #2 ini menjadi event untuk komunitas yang perdana bagi Rumah Sasongko. Acara ini turut disemarakkan oleh NaraJiwa, homeband dari Rumah Sasongko yang menghibur peserta Forum Nandur Becik #2 dengan beberapa lagu hasil karya sendiri.


Kenapa berbicara tentang IT? Dunia hari ini berbicara tentang perkembangan IT. Banyak peluang-peluang bisnis yang muncul akibat dari perkembangan teknologi ini. Dan hal itu yang terkadang tidak kita sadari. Abay juga menunjukkan 1 contoh yang bikin peserta terbengong-bengong. Bagaimana suara kentut itu ternyata diperjualbelikan di dunia luar. Inilah perkembangan jaman, yang dulunya tidak dibayangkan mendatangkan uang di hari ini bisa jadi lahan rejeki.

Acara FNB ini lebih berbentuk sharing tentang perjalanan dari seseorang. Beberapa anak muda yang sore ini mendapatkan kesempatan untuk sharing salah satunya adalah Ara Kusuma - anak muda kreatif yang menyelesaikan kuliah S1 di usia 18 tahun di Singapore, menyabet gelar Young Changemaker Ashoka 2008 dan saat ini disibukkan dengan kegiatannya mengelola usahanya URtravelearners dan Spedagi. Beda lagi dengan cerita dengan Nabila yang berusia 14 tahun, berkarya melalui Instagram menjual hasil karya digital painting-nya ke luar negeri dan menghasilkan pundi-pundi dollar yang jumlahnya lumayan besar untuk anak seusianya.


Banyak yang terkejut dengan perkembangan teknologi hari ini. Bahkan dengan potensi-potensi dari anak-anak muda yang sudah melejit, masih banyak yang terbengong-bengong karena fakta itu.  Di usia yang muda, sudah mempunyai pemikiran yang sangat maju sementara disisi yang lain hanya berkutat di dunia kampus. Yup, dunia sangat berubah dengan cepat. Zaman berubah, tren selalu terus berkembang dan ilmu terus diperbarui setiap harinya.
Founder Rumah Sasongko, iLik sAs juga turut menguatkan anak-anak muda yang hadir sore ini. Potensi-potensi yang dimiliki anak-anak muda hari ini, baiknya digunakan untuk membangun negeri ini. Saat ini banyak peluang yang tercipta dari kemajuan IT. Bisnis-bisnis digital mulai marak bermunculan di Indonesia. Terus membangun potensi yang ada dan jaringan-jaringan baru. Siapa tahu akan berjodoh dalam dunia bisnis dengan teman-teman baru yang hadir di Forum Nandur Becik.
Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Semarang Startup

 

We are featured contributor on entrepreneurship for many trusted business start up:

Copyright © Rumah Sasongko Gombel Semarang™ is a registered trademark.
Designed by Templateism. Hosted on Blogger Templates.