Rumah Sasongko

Merawat Seduluran
Ruang Kerja Bersama [Co-Working Space] dalam semangat kolaborasi kebersamaan, persaudaraan dan kekeluargaan.
Rumah inkubasi startup di Gombel Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah.

About Rumah Sasongko Gombel Semarang

.......

Latest Article

Sabtu, 22 April 2017

Forum Nandur Becik #3: Kenapa Content Marketing ?


Istilah Content Marketing menjadi popular seiring dengan digitalisasi informasi. Dulu, konsumen
pasif dan hanya menjadi objek penerima informasi, sekarang justru posisi konsumen sebagai subjek
dan secara aktif terlibat dalam pencarian informasi. Dulu perusahaan hanya mengandalkan iklan
sebagai lini depan strategi promosi, sekarang orang-orang benci dengan iklan, bahkan 2 juta orang
menggunakan aplikasi pemblokir iklan.

Oleh karenanya, praktik pemasaranpun turut berubah. Perusahaan-perusahaan berbagai skala
berlomba-lomba menciptakan konten. “Content is the king”, katanya. Faktanya memang berbicara
demikian. Menurut penelitian yang dilakukan Content Marketing Institute, lebih dari 70%
perusahaan mempekerjakan “Content Marketer”. Hasilnya memang menjanjikan. Nell Patel, seorang
content marketing expert menyebutkan content marketing dapat menciptakan traffic 7,8 lebih tinggi
dibandingkan iklan. IBM Digital Experiences survey bahkan menyebutkan content marketing dapat
menciptakan keterlibatan konsumen terhadap produk atau merek tertentu.

Di Indonesia sendiri, content marketing sudah banyak diaplikasikan oleh beberapa merek. Kalau kita
ingat di pertengahan tahun 2015, sebuah aplikasi messanger LINE membuat konten video untuk
mempromosikan salah satu fitur terbarunya, dengan mengangkat kembali kisah Ada Apa Dengan
Cinta. Konten tersebut kemudian viral dan berhasil menyedot perhatian khalayak luas. Setelah itu,
tren content marketing semakin berkembang tidak hanya berupa video, tapi juga audio, foto,
infografik, bahkan berupa teks.

Bagi pebisnis pemula, menerapkan content marketing menjadi alternatif solusi pemasaran ditengah
gempuran iklan yang tentunya membutuhkan lebih banyak biaya. Oleh karena itu, Forum Nandur
Becik 3 hadir kembali dengan tema Content Marketing. Berkolaborasi dengan Bobo Magz, seorang
visual artist, dan Tino Renato, seorang fotografer profesional, Forum yang diadakan pada Kamis, 27
April 2017 ini ingin menjadi wadah untuk para pebisnis pemula, pendiri start-up, maupun digital
enthusiast berdiskusi menggali lebih dalam bagaimana konten bekerja untuk pemasaran. FNB,
begitu acara ini lebih dikenal bertempat di Rumah Sasongko, Jalam Gotong Royong No. 147, Gombel Lama, Semarang. Silahkan melakukan registrasi terlebih dahulu di s.id/fnb3.
Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Semarang Startup Wirausaha

Kamis, 20 April 2017

Reportase Forum Nandur Becik #2


Setelah lama vakum sejak event pertama, setahun sebelumnya yang diadakan di Paragon bersama komunitas Orart Oret Semarang. Event Forum Nandur Becik #2 ternyata masih mampu menyedot animo kawula muda kreatif di kota Semarang. 100 an anak muda datang dan meramaikan Rumah Sasongko sore ini.

Sekalipun awalnya masih banyak yang bertanya-tanya ini event mau ngapain, bercerita tentang apa, dan mau dibawa kemana. Dengan dipandu Duo MC dari Rumah Sasongko, YogaDanu dan Abay yang bertugas mengawal acara, bercerita panjang lebar tentang alasan kenapa acara ini diadakan serta membahas tema FNB2 “Bisnis Kreatif Berbasis IT”. Akhirnya terjawab sudah, tujuan dari event ini diadakan.


Event ini bisa dibilang cukup spesial, karena event FNB #2 ini menjadi event untuk komunitas yang perdana bagi Rumah Sasongko. Acara ini turut disemarakkan oleh NaraJiwa, homeband dari Rumah Sasongko yang menghibur peserta Forum Nandur Becik #2 dengan beberapa lagu hasil karya sendiri.


Kenapa berbicara tentang IT? Dunia hari ini berbicara tentang perkembangan IT. Banyak peluang-peluang bisnis yang muncul akibat dari perkembangan teknologi ini. Dan hal itu yang terkadang tidak kita sadari. Abay juga menunjukkan 1 contoh yang bikin peserta terbengong-bengong. Bagaimana suara kentut itu ternyata diperjualbelikan di dunia luar. Inilah perkembangan jaman, yang dulunya tidak dibayangkan mendatangkan uang di hari ini bisa jadi lahan rejeki.

Acara FNB ini lebih berbentuk sharing tentang perjalanan dari seseorang. Beberapa anak muda yang sore ini mendapatkan kesempatan untuk sharing salah satunya adalah Ara Kusuma - anak muda kreatif yang menyelesaikan kuliah S1 di usia 18 tahun di Singapore, menyabet gelar Young Changemaker Ashoka 2008 dan saat ini disibukkan dengan kegiatannya mengelola usahanya URtravelearners dan Spedagi. Beda lagi dengan cerita dengan Nabila yang berusia 14 tahun, berkarya melalui Instagram menjual hasil karya digital painting-nya ke luar negeri dan menghasilkan pundi-pundi dollar yang jumlahnya lumayan besar untuk anak seusianya.


Banyak yang terkejut dengan perkembangan teknologi hari ini. Bahkan dengan potensi-potensi dari anak-anak muda yang sudah melejit, masih banyak yang terbengong-bengong karena fakta itu.  Di usia yang muda, sudah mempunyai pemikiran yang sangat maju sementara disisi yang lain hanya berkutat di dunia kampus. Yup, dunia sangat berubah dengan cepat. Zaman berubah, tren selalu terus berkembang dan ilmu terus diperbarui setiap harinya.
Founder Rumah Sasongko, iLik sAs juga turut menguatkan anak-anak muda yang hadir sore ini. Potensi-potensi yang dimiliki anak-anak muda hari ini, baiknya digunakan untuk membangun negeri ini. Saat ini banyak peluang yang tercipta dari kemajuan IT. Bisnis-bisnis digital mulai marak bermunculan di Indonesia. Terus membangun potensi yang ada dan jaringan-jaringan baru. Siapa tahu akan berjodoh dalam dunia bisnis dengan teman-teman baru yang hadir di Forum Nandur Becik.
Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Semarang Startup

Senin, 03 April 2017

Forum Nandur Becik #2


Pesatnya perkembangan teknologi adalah salah satu pemantik drastisnya peningkatan industri start-up di Indonesia. Sebuah lembaga riset digital Marketing Emarketer memprediksi pada tahun 2018 pengguna aktif smartphone di Indonesia mencapai lebih dari 100 juta orang. Menjadi pengguna smartphone terbesar keempat setelah China, India, dan Amerika. Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, ditambah presentasi usia produktif generasi millenial yang mencapai 40% menempatkan Indonesia sebagai gadis cantik yang pasti dilirik para investor.

Tidak sekedar wacana, tapi faktanya berbicara demikian. Data Techlist seperti dikutip Techinasia menyebutkan pada kuartal pertama 2015 terdapat 93 perusahaan rintisan di Asia Tenggara memperoleh pendanaan, 24 diantaranya merupakan start-up Indonesia dan bertambah menjadi 62 pada akhir tahun. Pencapaian ini rupaya berlanjut di tahun 2016. sejumlah 88 start-up memperoleh pendanaan dari investor bahkan beberapa memperoleh dana fantastis hingga 550 juta US Dollar.

Tren start-up mulai menjamur, diperkirakan jumlahnya mencapai 2000 pada tahun 2020. Anak muda berlomba-lomba menjadi CEO di start-up yang dirintisnya. Dengan iming-iming investasi menjanjikan, mereka berlari kencang mengeksekusi ide dan gagasannya. Namun tak banyak yang menyadari bahwa proses yang mesti dilalui tidak sebentar apalagi mudah. Wal hasil memasuki tahun kedua, 80% perusahaan rintisan mesti gulung tikar. Menginginkan hasil instan, terburu-buru melakukan penetrasi produk dan layanan, dan tidak fokus menjadi penyebab utamanya. Mereka alfa ada proses pengkristalan mental menjadi pengusaha tangguh yang mesti dilalui. Tidak mudah, tidak sebentar, dan menuntuk fokus serta konsistensi.

Rumah Sasongko sebagai salah satu incubator bisnis kreatif berbasis digital di Semarang merasa perlunya wadah untuk saling berbagi, berjejaring, dan saling menguatkan antar praktisi dan anak muda yang tertarik dengan bisnis kreatif berbasis IT.

Forum Nandur Becik, hadir kembali mengusung tema “Bisnis Kreatif Berbasis IT” yang akan diselenggarakan pada Jumat, 7 April 2017 pukul 15.00 bertempat di Rumah Sasongko beralamat di jalan Gotong Royong No.147, Gombel Lama, Semarang. Karena keterbatasan tempat, segera lakukan registrasi di sini http://s.id/fnb2 Sampai jumpa di Forum Nandur Becik.

Sumber :
https://id.techinasia.com/infografis-87-startup-indonesia-yang-meraih-pendanaan-di-tahun-2016
http://www.tempo.co/read/kolom/2015/10/02/2310/indonesia-raksasa-teknologi-digital-asia
https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/6095/Indonesia+Raksasa+Teknologi+Digital+Asia/0/sorotan_media
Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Semarang Startup Wirausaha

Minggu, 11 Desember 2016

5 Laporan Bisnis yang Harus Dibuat Startup Tahap Awal agar Tetap Bertahan



Di copas dari ID.TechinAsia.com [Dilshan Senaratne]

Apa yang kamu ketahui tentang startup milikmu? Tidak, saya tidak bertanya tentang tim, produk, atau pesaing kamu. Tapi, apa yang benar-benar kamu tahu tentang kondisi bisnis startup milikmu? “Sehatkah” bisnismu?
Kamu punya informasinya? Oke, seperti apa? Masalahnya, saat ini ada terlalu banyak informasi untuk diolah. Pada titik ini, mengukur metrik yang salah akan terbukti lebih berbahaya bagi bisnis daripada tidak mengukur metrik sama sekali.
Namun, tampaknya tidak semua informasi dibuat secara berimbang, dan startup tahap awal akan menjadi pihak yang paling rugi jika mengabaikan fakta ini.
Terlalu mengandalkan vanity metrics (biasanya data berupa jumlah pengguna, unggahan, dan pageview) bisa menjadi masalah. Sebab, data ini mudah dimanipulasi dan tidak selalu berkorelasi dengan data yang penting (seperti jumlah pengguna aktif, engagament pengguna, dll). Bisa dibilang, metrik ini biasanya berfokus pada potensi, bukan kenyataan yang sebenarnya. Optimisme terhadap jumlah tersebut memang diperlukan. Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa jumlah potensi saja tidak cukup.
Berikut adalah sejumlah laporan bisnis yang perlu kamu buat saat menjalankan sebuah startup.

Burn rate

Burn rate sebenarnya lebih tepat disebut sebagai peringatan dibanding sebagai laporan. Dalam bentuk yang paling dasar, burn rate menunjukkan biaya operasional mingguan atau bulanan. Metrik ini bisa diandalkan untuk mengidentifikasi semua tagihan berulang seperti gaji, sewa, dan utilitas.
Burn rate adalah metrik yang penting (atau bahkan yang paling penting) yang harus diukur oleh startup . Dengan mengetahui burn rate, kamu tidak perlu menjadi segenius Einstein untuk tahu berapa lama bisnismu bisa bertahan.

Work in progress (WIP)

WIP merupakan laporan yang penting di sektor layanan. Sederhananya, WIP menggambarkan rencana dan tanggal penyelesaian proyekmu. Laporan ini merangkum berapa banyak pendapatanmu di akhir masa kredit. Hal ini berguna saat kamu merencanakan pengeluaran modal dan ekspansi operasional (jika ada).
Dalam bisnis yang saya jalani, WIP ditinjau secara mingguan. Rapat Senin pagi sebagian besar dihabiskan untuk membahas hal ini. Laporan WIP menunjukkan apakah kamu aman dengan arus keuangan saat ini, dan membantu meringankan beban burn rate menjelang tenggat waktu yang kian mendekat.

Cashflow (arus kas)

Koin uang | Image

Laporan arus kas ini bisa dibilang cukup standar. Setiap bisnis membuat laporan tentang utang (account payables/ AP) dan piutang (account receivables/ AR). Laporan ini membantu memahami kesehatan dan keseimbangan keuangan bisnismu.
Dalam kasus bisnis startup, akuntabilitas laporan keuangan mungkin belum terisi. Meski demikian, laporan piutang bisa mendorong startup untuk menyusun laporan arus kas. Nantinya, laporan utang bisa membantu bisnis untuk melakukan pembayaran dan mempersiapkan uang tepat waktu.

Marketing Funnel

Marketing funnel atau corong pemasaran adalah laporan yang cukup sulit untuk dihasilkan, terutama untuk startup tahap awal, karena memerlukan beberapa tahap pengumpulan dan pengolahan data. Bagaimanapun, laporan ini tidak sulit untuk dipahami dan juga tidak memerlukan sumber daya yang intensif.
Untuk memulainya, startup dianjurkan untuk merancang model corong yang paling cocok untuk bisnis berdasarkan customer touch point (saat pengguna berinteraksi dengan produk atau layanan kita). Dari sana, startup bisa meningkatkan touch point atau mengubah model pengumpulan dan pengolahan data.
Terlepas dari cara mana yang dipilih, ide dasarnya adalah memahami ke mana sumber daya pemasaran harus difokuskan demi melakukan perbaikan. Jika dilakukan dengan benar, corong pemasaran ini bahkan dapat berfungsi sebagai alat untuk memprediksi perilaku konsumen.

Pendapatan dan margin

Laporan pendapatan dan margin lebih populer dimasukkan dalam laporan laba dan rugi (profit and loss/ PnL). Startup tahap awal lebih disarankan untuk berfokus pada laporan pendapatan dan margin dibanding laporan PnL standar. Sebab,break even point (BEP) startup ini mungkin masih lama.
Pada tahap ini juga, kamu tidak perlu berkecil hati dengan PnL negatif karena profitabilitas masih belum menjadi sesuatu yang wajib.
Sebaliknya, kamu bisa fokus memperbaiki margin, terutama margin yang dipertahankan sebagai persentase dari pendapatan. Mengendalikan biaya dan menetapkan harga secara cerdas untuk meraih keuntungan maksimal adalah kesuksesan metrik yang penting untuk startup— dan memang seharusnya diukur dengan cara itu.
Enterpreneurship Gombel Semarang Startup Wirausaha

Jumat, 09 Desember 2016

5 Perilaku Rasul yang Bisa Jadi Teladan bagi para Founder Startup



Di copas dari ID.TechinAsia.com [Aditya Hadi Pratama]

Dalam agama Islam, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam (SAW) sering disebut sebagai “Uswatun Hasanah”, yang berarti suri teladan. Setiap muslim pun dianjurkan untuk mengikuti perilaku beliau dalam segala hal. Tak hanya dalam masalah ibadah, namun juga dalam membangun bisnis dan bahkan ketika mendirikan sebuah startup.
Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kamu ikuti dari Rasulullah SAW dalam membangun startup.

Mulai sedini mungkin

Anak Kecil Berdagang | Ilustrasi
Menurut sejarah, Nabi Muhammad SAW telah memulai petualangan bisnisnya sejak usia yang masih dini, yaitu saat beliau berusia 12 tahun. Beliau memulainya dengan menjadi penggembala kambing, hingga akhirnya berhasil menjadi pedagang lintas negara.
Kisah ini seperti memberi contoh kepada kita untuk mulai belajar berbisnis sesegera mungkin. Hal tersebut akan membuat kita mempunyai pengalaman yang lebih banyak, hingga akhirnya bisa meraih kesuksesan.

Jujur dalam segala hal

Kejujuran adalah hal yang paling menonjol dalam diri Rasulullah SAW. Beliau bahkan mendapat gelar Al-Amin, alias orang yang bisa dipercaya. Hal tersebut juga beliau terapkan saat berbisnis, dengan selalu menimbang barang secara tepat, dan menjual dengan harga yang sesuai.
Hal ini seakan menjadi inspirasi bagi para founder startup, untuk menjunjung tinggi kejujuran dalam segala kesempatan.
“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS Al Isra’: 35)

Menepati janji

Berjabat Tangan | Ilustrasi
Rasulullah SAW juga menganjurkan para pengikutnya untuk selalu memenuhi janji. Beliau bahkan pernah berpesan kalau perbuatan mengingkari janji merupakan salah satu ciri dari orang munafik, yang sangat dibenci oleh Allah SWT.
Faktanya, memenuhi janji juga merupakan hal yang penting dalam mendirikan startup. Orang yang tidak pernah melanggar janji akan mendapat banyak teman yang berguna dalam mengembangkan startup miliknya. Mereka pun akan mendapat kepercayaan dari konsumen dan investor.
“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janjimu” (QS Al-Ma’idah: 1)

Tidak menghina pesaing

Salah satu perilaku mulia dari Rasulullah SAW adalah kebiasaan beliau yang tidak pernah merendahkan saingan bisnisnya. Dalam sebuah hadis sahih, beliau bahkan melarang kaum muslim untuk menjual sebuah barang dengan maksud menjelekkan apa yang dijual orang lain.
Hal ini pun seharusnya menjadi pedoman bagi para founder startup. Fokus untuk membuat produk yang berkualitas, jelas akan lebih bermanfaat dibanding terus menghina atau menjelekkan pesaing.
“Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual orang lain.” (HR Bukhari – Muslim)

Tetap taat beribadah

Anak Kecil Shalat | Ilustrasi
Di tengah kesibukan mencari harta duniawi, Rasulullah SAW tidak pernah lupa untuk beribadah dengan taat. Beliau selalu membagi waktu dengan proporsi yang sesuai antara bekerja keras untuk urusan dunia, dan beribadah dengan khusyuk.
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS Al-Jumu’ah: 10)

Mendirikan usaha sendiri, alias menjadi entrepreneur, memang merupakan suatu hal yang mulia. Rasulullah SAW pernah mengatakan kalau tidak ada makanan yang lebih baik dibanding yang dihasilkan dari jerih payah sendiri.

Ada baiknya apabila kita meniru teladan dari Rasulullah SAW dalam menjalankan bisnis tersebut, dan tidak menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan.
Gombel Semarang Startup

Selasa, 08 November 2016

Kumpulan Istilah Startup Teknologi yang Perlu Kamu Ketahui



Di copas dari ID.TechinAsia.com [Ketut Krisna]

Apabila kamu baru memasuki dunia startup teknologi dan sering menghadiri acara seminar, launching, atau membaca media online yang mengupas tentang startup teknologi mungkin kamu akan merasa bingung dengan sejumlah istilah asing seperti pivot, pra-series, acqui-hire, dan banyak istilah lainnya. Untuk membantu kamu memahami istilah-istilah tersebut, melalui artikel ini Tech in Asia akan memberikan penjelasan dari sejumlah istilah yang umum digunakan di dunia startup.
Startup: Menurut Paul Graham, startup merupakan sebuah perusahaan yang didesain untuk berkembang dengan cepat. Baru dirintis tidak serta merta membuat sebuah perusahaan menjadi startup. Perlu diingat bila startup tidak harus bergerak di bidang teknologi, memperoleh dana dari investor, dan melakukan exit. Hal yang paling penting adalah berkembang dengan cepat. Semua hal yang berkaitan dengan startup akan mengikuti perkembangan perusahaan tersebut.

 

Investasi dan akuisisi


Venture Capitalist: Investor yang berinvestasi pada sebuah venture capital, investasi penyertaan modal pada startup potensial.
Venture Capitalist Utama (investor utama): merupakan venture capital yang bertanggung jawab untuk menyokong startup atau berinvestasi paling besar dalam pendanaan di tahap tertentu. Dalam kedua kasus, mereka terlibat aktif dalam perusahaan investasi. Mereka ikut dalam rapat dewan direksi sebagai direktur dan terlibat dalam portofolio sehari-hari.
Venture Capital: merupakan perusahaan yang mendapat dan mengumpulkan pendanaan dari sejumlah konglomerat dan instisusi dengan tujuan untuk diberikan kepada perusahaan rintisan. Nantinya venture capital (VC) akan menerima imbalan sejumlah saham dari perusahaan rintisan yang mendapat pendanaan.
Angel Investor: Seorang investor yang menggunakan dana pribadinya untuk berinvestasi pada sebuah startup dengan imbalan saham perusahaan tersebut.
Round: adalah unit penggalangan dana. Round bisa disebut juga dengan tahap. Misalnya, round pertama disebut dengan “seed round” atau pendanaan tahap awal. Kemudian round berikutnya disebut “Seri A”, “Seri B”, “Seri C”, dan seterusnya. Round terakhir disebut sebagai “final round”.
Seed funding: merupakan istilah bagi startup yang mendapat pendanaan tahap awal atau untuk kali pertama sebelum seri pendanaan berikutnya. Saat ini, besaran seed funding di Indonesia berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar.
Exit: memiliki dua pengertian, yakni exit yang baik dan buruk. Exit dikatakan baik apabila startup tersebut berhasil mencapai IPO atau M&A (Merge & Acquisition) dengan perusahaan lain. Sedangkan exit yang buruk adalah cara lain untuk mengatakan apabila sebuah startup gagal atau tutup karena sejumlah alasan.
IPO (Initial Public Offering): Dalam bahasa Indonesia disebut juga penawaran publik perdana atau peluncuran ke pasar saham adalah momen saat saham sebuah perusahaan dijual kepada investor institusional yang kemudian dijual ke masyarakat umum di pasar saham untuk kali pertama.
Acqui-hire: merupakan istilah yang dipopulerkan oleh Google pada pertengahan tahun 2000. Kondisi itu terjadi saat sebuah perusahaan besar merasa ide dari sebuah startup itu sangat buruk, tetapi memiliki tim yang berbakat. Sehingga perusahaan tersebut melakukan akuisisi untuk mendapatkan tim tersebut sebagai bonus.
Lead Investor: Merupakan investor yang memberikan dana investasi paling besar dalam sebuah putaran investasi.
Pre-money Valuation: Nilai dari sebuah perusahaan sebelum investor memberi investasi.
Convertible Notes: Merupakan catatan hutang yang akan dikonversi menjadi saham. Biasanya diberikan dalam bentuk Common Stock maupun Prefered Stock.
Common Stock: Merupakan saham yang dikeluarkan untuk sang founder dan karyawan, dengan jumlah yang biasanya lebih kecil dan tidak memiliki hak istimewa.
Prefered Stock: Merupakan saham yang dikeluarkan bagi orang yang memiliki hak istimewa seperti investor.
Equity Round: Sebuah putaran keuangan yang mana sang investor akan membeli saham di dalam perusahaan tersebut
Safe: Merupakan singkatan dari Simple Agreement for Future Equity. Sebuah dokumen perjanjian dengan format yang lebih sederhana sebagai pengganti Convertible Notes yang meliputi hal-hal yang berhubungan dengan jumlah investasi, target valuasi, dan Discount. Setiap investor memiliki safe yang berbeda-beda.
Discount: Merupakan persentase potongan harga dari Pre-money Valuation yang memberikan pemilik Safe dan Note harga yang lebih rendah.
Dilution: Kondisi ketika persentase kepemilikan saham berkurang setelah saham baru dikeluarkan

 

Inkubator dan Akselerator


Inkubator: adalah ruang pendukung, yang menjadi tempat berkembangnya startup. Kebanyakan inkubator menawarkan saran bagi para ahli, pelatihan serta dukungan keuangan untuk perusahaan muda, serta ruang kantor bagi perusahaan tersebut agar dapat berkembang.
Akselerator: Program yang menerima aplikasi terbuka untuk mengikuti kelas gabungan startup (dikenal juga sebagai cohort ) yang terdiri atas sebuah tim pendiri kecil dengan ide yang dikembangkan secara eksternal. Program seperti ini menyediakan dukungan melalui sejumlah kecil modal awal, bimbingan, pelatihan, dan acara promosi dalam periode terbatas, biasanya 3–4 bulan. Startup yang lulus dari program ini akan berkesempatan mendapatkan investor saat demo day.
Demo Day: Demo day biasanya diadakan pada tiap akhir masa inkubasi. Kegiatan ini merupakan kesempatan pertama bagi startup untuk bertemu dengan para calon investor.
Coworking space: adalah ruang perkantoran tempat pekerja mandiri seperti entrepreneur , programmer lepas, dan desainer web saling berbagi. Co-working space akan menyediakan meja, ruang konferensi, dan koneksi internet untuk mendukung penggunanya bekerja. Tujuan utamanya bukan sekadar menyewakan ruang perkantoran, melainkan sebagai sebuah tempat komunitas yang sinergis tempat para entrepreneur penggunanya bisa mengembangkan jejaring mereka dan menghasilkan ide-ide baru.

 

Teknis


API- Application Programming Interface: adalah interface dengan serangkaian fungsi atau rutinitas yang memungkinkan pengembangan untuk menyelesaikan tugas tertentu atau memungkinkan untuk berinteraksi dengan komponen software tertentu.
UI (User Interface): atau desain antarmuka yang ditampilkan ke pengguna. Para pelaku di industri ini sering menaruh kedua akronim ini bersamaan ketika berbicara tentang fungsi dan estetika produk tertentu.
UX (User Experience): mengacu pada pengalaman pengguna.
Growth Hacking: merupakan istilah yang ditujukan bagi tim marketing, sales, atau asosiasi yang berhasil melakukan strategi khusus dengan melakukan “hacking” agar performa mereka meningkat drastis. Penambahan kata “hacking” ini dikarenakan mereka yang berprofesi di ranah nonteknis juga ingin disebut sebagai “hacker”.
Pivot: merupakan istilah bagi sebuah startup yang melakukan perubahan saat ia sadar bahwa apa yang sudah dilakukan tidak berjalan. Akan tetapi perubahan yang dilakukan masih sesuai dengan ide awal mereka.

 

Bisnis


Monetisasi: adalah konversi produk, atau aset, menjadi alat pembayaran yang sah. Pada dasarnya, ini adalah cara halus berbicara tentang bagaimana kamu dapat membuat sesuatu yang dapat dikomersilkan.
KPI (Key Performance Indicator): cara mengukur seberapa efektif perusahaan kamu mencapai tujuannya. Banyak organisasi menggunakan ini untuk memastikan target terpenuhi. Hal ini sangat penting bagi perusahaan muda untuk melacak keberhasilan awal mereka di pasar.
ROI (Return of Investment): yang tinggi memiliki arti bahwa suatu perusahaan menghasilkan uang di atas biaya investasi. Ini adalah singkatan favorit lainnya bagi para startup, digunakan untuk mengevaluasi keuntungan dibandingkan dengan modal yang diinvestasikan.
Cost benefit analysis (CBA): atau analisis biaya manfaat adalah analisis tentang perbandingan atau selisih antara penerimaan yang diperoleh dan ongkos yang dikeluarkan dari suatu kegiatan. Jika penerimaan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan, kegiatan itu dianggap positif , artinya dapat dilakukan. Kalau tidak, kegiatan atau proyek tersebut tidak perlu dilaksanakan.
Business-to-Business (B2B): merupakan deskripsi dari sebuah model bisnis yang menargetkan bisnis lain untuk menggunakan produk atau layanan mereka.
 
Gombel Semarang Startup

 

We are featured contributor on entrepreneurship for many trusted business start up:

Copyright © Rumah Sasongko Gombel Semarang™ is a registered trademark.
Designed by Templateism. Hosted on Blogger Templates.