Rumah Sasongko

Merawat Seduluran
Ruang Kerja Bersama [Co-Working Space] dalam semangat kolaborasi kebersamaan, persaudaraan dan kekeluargaan.
Rumah inkubasi startup di Gombel Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah.

About Rumah Sasongko Gombel Semarang

.......

Latest Article

Rabu, 06 Desember 2017

Kunjungan Komunitas Saudagar Mulia ke Rumah Sasongko


Siapa saja kini bisa menjadi pengusaha. Ungkapan memulai usaha itu sulit bin rumit mungkin sudah bisa ditepiskan. Kini perkembangan teknologi sudah membawa kita pada kemudahan-kemudahan, salah satunya kemudahan untuk menunjang aktifitas bisnis yang dijalani.

Ada yang bilang untuk memulai sebuah usaha pastinya membutuhkan modal. Tentu saja anggapan tersebut benar. Modal tak selalu berbentuk uang, modal juga bisa berbentuk ide, jaringan bahkan sumber daya manusia itu sendiri. Bahkan saat ini trendnya sudah berubah, bahwa ide dan actionlah yang menjadi modal yang sangat penting saat ingin memulai usaha. Itulah mengapa saat ini banyak bermunculan kompetisi-kompetisi wirausaha yang tujuannya menghubungkan para pemilik ide dengan para investor.

Beberapa waktu lalu, Rumah Sasongko dikunjungi oleh kelompok UKM yang menamakan diri sebagai Komunitas Saudagar Mulia. Tujuan dari berkunjungnya Komunitas Saudagar Mulia ini ialah untuk membangun silahturahmi dengan kawan-kawan entepreneur yang ada di Rumah Sasongko. Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih sebanyak 20 orang dan dilaksanakan di rumah pohon Rumah Sasongko yang baru saja selesai dibangun.

Acara sharing-sharing tersebut dilaksanakan pukul 10.00 wib hingga selepas makan siang. Acara dimulai dari perkenalan singkat tentang Komunitas Saudagar Mulia ke Rumah Sasongko, Pak Joko sebagai ketua menjelaskan cikal bakal terbentuknya komunitas tersebut. Walau terbilang masih sebagai komunitas yang kecil namun Pak Joko menjelaskan bahwa komunitas ini bertujuan untuk saling memberikan support satu sama lain.

Dalam acara tersebut iLik Sasongko sebagai founder Jaringan Rumah Usaha serta Rumah Sasongko juga turut sharing tentang pengalaman dalam menjalani berbagai usaha. Bahwa dalam menjalani usaha memang perlu dilandasi dengan tekad yang kuat serta tujuan yang tak semata-mata hanya untuk mencari keuntungan. Sebagai orang yang telah berkecimpung lama di dunia bisnis, iLik sAs juga sharing tentang pentingnya mengolah common sense dalam diri.

Salah satu cara untuk meningkatkan common sense ialah dengan Iqro. Iqro berarti membaca. Membaca tidak selalu diartikan dengan kegiatan yang berhubungan dengan buku, namun membaca disini diartikan lebih luas yaitu dengan kepakaan. Setiap peristiwa selalu diawali dengan pertanda-pertanda, kepekaan manusia dalam melihat pertanda-pertanda tersebut dapat membantu dalam melanjalani hidup. Saat seseorang mulai peka dengan yang ada dilingkungan maka ia pun akan belajar memahami.

Bagi yang sudah memilih terjun dalam dunia bisnis memang akan menemukan banyak tantangan. Namun dibalik tantangan yang datang tersebut pastinya terselip banyak pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas diri kita.

Berikut ini beberapa foto-foto dari kegiatan sharing-sharing Komunitas Saudagar Mulia di Rumah Sasongko.




Enterpreneurship Gombel Semarang Startup Wirausaha

Senin, 02 Oktober 2017

Reportase Forum Nandur Becik #5


Keseruan FNB #5

Ngobrolin soal era kekinian pastinya nggak bakal ada abisnya. Seperti Forum Nandur Becik 5 yang kali ini yang bahas tentang “Comic is Dynamic, Bagaimana Industri Komik di Era Distruptive”. Diadakan tanggal 22 Septerber 2017 yang bertepatan pada hari Jumat di Rumah Sasongko dengan menghadirkan pembicara Archie “The Redcat”, creator Komik Eggnoid.

 Archie The Redcat sedang sharing tentang dunia komik digital

Acara dimulai sekita pukul 16.00 wib, FNB 5 terasa istimewa karena respon peserta yang luar biasa. Sekitar pukul 14.00 wib sudah ada beberapa peserta yang berdatangan. Acara dibuka oleh Mas Akbar dan Mas Yogi, dan dimoderatori oleh Mas Yogadanu. Sesi pertama diisi sharing seru dari studio-studi ilustrasi yang berkegiatan di Rumah Sasongko serta rekan-rekan yang sehari-hari kegiatannya tidak jauh dari ilustrasi atau komik. Ada Green Button Studio, Arkhan Studio, Indos Studio, Mas TP dari Agromedia Group dan Mas Erick.


Masuk ke sesi utama, yaitu sharing-sharing bareng Archie. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sosok ini. Ngomik ibarat sudah menjadi nafanya, bagaimana tidak? Archie sudah ngomik sejak kecil. Debut komik pertamanya yang diterbitkan yaitu saat ia duduk di bangku SMA. Komik pertama ini diterbitkan di majalah Animoster, majalah yang pasti dikenal pecinta komik atau animasi. Dari pengalamannya ini, tentu Archie merasakan komik dari konvensional hingga komik era kekinian. Bila di era konvensional seorang komikus biasa mendapat feedback dari pembaca melalui surat atau email, berbeda sekali dengan komik di era kekinian dimana komikus langsung bisa mendapat respon dari pembaca melalui sosial media. “Nyari duit dulu baru bikin komik, bukan ngomik dulu baru dapet duit” Ucapan dari Archie yang membuat peserta tertawa sambil mikir.

Foto Bersama

Keseruan FNB 5 pun tak berakhir saat Mas Akbar dan Mas Yogi menutup acara. Archie langsung diserbu untuk foto bareng, diminta tanda tangan dan sharing-sharing lebih private. Semoga Forum Nandur Becik selalu membawa manfaat untuk rekan-rekan semua.   
Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Semarang

Rabu, 13 September 2017

Forum Nandur Becik #5 : Comic is Dynamic




Komik, siapa yang tidak mengenal komik? Bagi generasi 90an komik merupakan salah satu bacaan yang sering dicari dan diburu saat berada di toko buku. Bahkan saking banyaknya peminat, pada waktu itu mulai mejamur kios-kios yang menyewakan ratusan judul komik. 

Perkembangan teknologi ternyata membawa nafas baru pada dunia perkomikan. Seperti pada tahun 2010 mulai muncul tren komik digital. Rupanya tren digital terus berkembang hingga di tahun 2011 dengan munculah salah satu portal komik bernama Makko. Portal komik digital pun semakin berkembang di tahun-tahun berikutnya, seperti Ngomik.com ,  Komikoo, Line Webtoon, hingga Ciayo.

Salah satu nama komikus Indonesia yang mulai eksis di dunia komik digital ialah Archie The Redcat. Cewek kelahiran 31 Maret ini memulai debut pertamanya di Webtoon Challenge pada tahun 2015. Di kompetisi tersebut, mojang Bandung ini meraih juara ke dua dengan judul komik Eggnoid. Komik yang berkisah tentang gadis kesepian dan telur raksasa yang berisi cowok ganteng ini ternyata dapat merebut banyak minat pembaca, tak hanya Indonesia saja lho namun juga hingga Thailand. Tak heran bila hingga saat ini pembacanya sudah mencapai 1,4 juta pembacanya.

Nah.. Forum Nandur Becik episode ke 5 ini akan menghadirkan Archi The Redcat sebagai nara sumbernya. Mengusung tema “Comic Is Dynamic”, forum yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 September 2017 bertempat di Rumah Sasongko, Jl. Gotong Royong No. 147, Gombel Lama Semarang bakal mengupas bagaimana komik industri komik bertahan di era disruptive. Buat kamu yang suka dengan komik atau sedang mulai membuat komik langsung saja daftar di link: s.id/fnb5  

Ajak teman sebanyak-banyaknya yaa!



Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Startup Wirausaha

Senin, 04 September 2017

Reportase Forum Nandur Becik #4


Beberapa tahun belakangan ini startup sedang banyak diperbincangkan. Tak hanya menjadi perbincangan hangat, namun banyak anak muda saat ini berbondong-bondong membuat startup. Ada yang berhasil, ada pula yang dalam waktu singkat gulung tikar. Dari banyak cerita yang muncul itulah #ForumNandurBecik4 mengusung tema yaitu “Start Up Life”.

Acara ini kami langsungkan hari Selasa tanggal 29 Agustus 2017, dimulai pukul 4 sore. Seperti #ForumNandurBecik sebelum-sebelumnya acara dibuka dengan alunan musik dari home band Rumah Sasongko yaitu Narajiwa. Berlanjut ke sesi berikutnya, mas Yogadanu membuka acara dan mengajak beberapa orang peserta untuk sharing kegiatan mereka. Cukup banyak dari peserta yang berkenan untuk sharing kegiatan serta pengalamannya. Diantaranya, sharing dari teman-teman FLS yang bercerita apa sih FLS itu dan bagaimana kegiatan mereka. Dilanjutkan sharing dari mas David dari Qappas.com yang sharing tentang apa kegiatan mereka, lalu sharing dari mas Alvin yang kegiatan sehari-harinya membuat komik, dan Elan putra dari bu Septi yang sharing apa yang sedang ia lakukan sekarang ini.


Setelah sharing-sharing seru dari peserta cukup sebagai pemanasan acara, masuklah kita ke sesi dari mas Aris. Pada sesi ini beliau banyak bercerita pengalamannya memulai sebuah startup. Dimulai dari awalnya sebagai seorang karyawan lalu mulai usaha jualan handphone. Dari berjualan handphone yang mendapat respon cukup baik inilah niat untuk berbisnis semakin besar. Namun, diperjalanannya usaha jual handphone ini mesti tutup karena ada beberapa kendala. Tak patah semangat, mas Aris mengikuti sebuah workshop untuk menambah wawasan dalam dunia bisnis. Dari situlah lahir Eragano, sebuah startup yang bertujuan untuk membantu petani dari hulu ke hilir. Perjalanan Eragano pun cukup panjang, mulai dari mendapat funding, gonta-ganti personel hingga akhirnya Eragano mesti ditutup. Dari perjalanan tersebut mas Aris banyak belajar bagaimana mengelola sebuah bisnis atau startup. Tak langsung membuat bisnis baru setelah Eragano tutup, mas Aris memilih kembali belajar dan bertemu dengan para pelaku bisnis di berbagai daerah. Merasa siap untuk memulai, ia membangun Qelisa yang punya tujuan hampir sama dengan Eragano, yaitu membantu petani. Tak sampai disitu, ia juga membuat Aruni dengan tujuan serupa. Dari semua yang mas Aris sampaikan, ada pesan penting yang bisa diambil yaitu dalam membangun sebuah bisnis atau startup carilah mentor agar mempercepat pertumbuhan karena mentor akan membantu menjaga bisnismu. Pesan berikutnya adalah perjalanan sebuah bisnis atau startup dimulai ketika mendapat investor. Pesan terakhir yang bisa kita ambil adalah ketika sudah memilih, maka fokus dan komitmen menjadi kunci keberhasilannya.


Merasa terisi dan mungkin ada yang tersadar setelah apa yang disampaikan mas Aris, sesi dilanjutkan oleh mas iLik dengan bahasan yang lebih panas. Mulai dari bahasan tentang teknologi masa depan hingga bagaimana membuka diri menjadi kunci sebuah keberhasilan seseorang. Pri Gs pun menjadi penutup Forum Nandur Becik. Beliau menyampaikan sesuatu yang benar-benar bisa menjadi pelajaran berharga. “Segala sesuatu yang sifatnya dzalim secara sistemik, akan mati dengan sendirinya. Maka biarkan saja”, tutur Prie GS sore itu. Tak sampai disitu, beliau juga menyampaikan “Berbisnislah dengan hakekat dan jadilah otentik.” Acara pun ditutup.

Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Semarang Startup Wirausaha

Kamis, 24 Agustus 2017

Forum nandur Becik #4 : Start-up Life


Tren start-up mulai menjamur. Data Techlist seperti dikutip Techinasia menyebutkan pada kuartal pertama 2015 terdapat 93 perusahaan rintisan di Asia Tenggara memperoleh pendanaan, 24 diantaranya merupakan start-up Indonesia dan bertambah menjadi 62 pada akhir tahun. Pencapaian ini rupaya berlanjut di tahun 2016. sejumlah 88 start-up memperoleh pendanaan dari investor bahkan beberapa memperoleh dana fantastis hingga 550 juta US Dollar. Kuartal pertama tahun 2017 sedikir berbeda, walaupun secara nominal investasinya meningkat, namun pendanaan untuk start-up tahap awal justru menurun bahkan beberapa start-up beberapa start-up harus menutup layanannya karena berbagai alasan.

Saat ini banyak Anak muda berlomba-lomba menjadi CEO di start-up yang dirintisnya. Dengan iming-iming investasi menjanjikan, mereka berlari kencang mengeksekusi ide dan gagasannya. Namun tak banyak yang menyadari bahwa proses yang mesti dilalui tidak sebentar apalagi mudah. Wal hasil memasuki tahun kedua, 80% perusahaan rintisan mesti gulung tikar. Menginginkan hasil instan, terburu-buru melakukan penetrasi produk dan layanan, dan tidak fokus menjadi penyebab utamanya. Mereka alfa ada proses pengkristalan mental menjadi pengusaha tangguh yang mesti dilalui. Tidak mudah, tidak sebentar, dan menuntuk fokus serta konsistensi.

Salah satu pegiat start-up yang sudah melalui pasang surutnya kehidupan start-up di Indonesia adalah Aris Hendrawan. Mengawali kiprahnya di dunia start-up pada 2010, Arish bersama rekannya kemudian memantapkan diri untuk membuat start-up pertanian bernama Eragano pada 2014 yang kemudian didapuk sebagai Chief Operation Officer. Tak lama berselang, bisnis yang fokus menawarkan solusi end-to-end untuk petani mendapatkan pendanaan awal miliaran rupiah dari East Venture. Namun Eragano tidak berjalan mulus. Memasuki tahun kedua, Arish mengundurkan diri sebagai COO dan memulai membangun start-up Fintech dengan bendera Qelisa yang saat ini sedang melakukan pengembangan produk dan masih berfokus pada validasi produk.

Forum Nandur Becik episode 4 kali ini menghadirkan Aris Hendrawan. Acara akan dihelat pada 29 Agustus 2017 pukul 15.30 bertempat di Rumah Sasongko, jalan Gotong Royong no. 147 Gombel Lama, Semarang. Bagi para start-up enthusiast, pastikan dirimu hadir di Forum berjejaring ini dengan mengisi daftar hadir di link berikut : s.id/fnb4

Sumber :
https://id.techinasia.com/infografis-87-startup-indonesia-yang-meraih-pendanaan-di-tahun-2016
http://www.tempo.co/read/kolom/2015/10/02/2310/indonesia-raksasa-teknologi-digital-asia
https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/6095/Indonesia+Raksasa+Teknologi+Digital+Asia/0/sorotan_media

Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Startup Wirausaha

Sabtu, 22 April 2017

Forum Nandur Becik #3: Kenapa Content Marketing ?


Istilah Content Marketing menjadi popular seiring dengan digitalisasi informasi. Dulu, konsumen
pasif dan hanya menjadi objek penerima informasi, sekarang justru posisi konsumen sebagai subjek
dan secara aktif terlibat dalam pencarian informasi. Dulu perusahaan hanya mengandalkan iklan
sebagai lini depan strategi promosi, sekarang orang-orang benci dengan iklan, bahkan 2 juta orang
menggunakan aplikasi pemblokir iklan.

Oleh karenanya, praktik pemasaranpun turut berubah. Perusahaan-perusahaan berbagai skala
berlomba-lomba menciptakan konten. “Content is the king”, katanya. Faktanya memang berbicara
demikian. Menurut penelitian yang dilakukan Content Marketing Institute, lebih dari 70%
perusahaan mempekerjakan “Content Marketer”. Hasilnya memang menjanjikan. Nell Patel, seorang
content marketing expert menyebutkan content marketing dapat menciptakan traffic 7,8 lebih tinggi
dibandingkan iklan. IBM Digital Experiences survey bahkan menyebutkan content marketing dapat
menciptakan keterlibatan konsumen terhadap produk atau merek tertentu.

Di Indonesia sendiri, content marketing sudah banyak diaplikasikan oleh beberapa merek. Kalau kita
ingat di pertengahan tahun 2015, sebuah aplikasi messanger LINE membuat konten video untuk
mempromosikan salah satu fitur terbarunya, dengan mengangkat kembali kisah Ada Apa Dengan
Cinta. Konten tersebut kemudian viral dan berhasil menyedot perhatian khalayak luas. Setelah itu,
tren content marketing semakin berkembang tidak hanya berupa video, tapi juga audio, foto,
infografik, bahkan berupa teks.

Bagi pebisnis pemula, menerapkan content marketing menjadi alternatif solusi pemasaran ditengah
gempuran iklan yang tentunya membutuhkan lebih banyak biaya. Oleh karena itu, Forum Nandur
Becik 3 hadir kembali dengan tema Content Marketing. Berkolaborasi dengan Bobo Magz, seorang
visual artist, dan Tino Renato, seorang fotografer profesional, Forum yang diadakan pada Kamis, 27
April 2017 ini ingin menjadi wadah untuk para pebisnis pemula, pendiri start-up, maupun digital
enthusiast berdiskusi menggali lebih dalam bagaimana konten bekerja untuk pemasaran. FNB,
begitu acara ini lebih dikenal bertempat di Rumah Sasongko, Jalam Gotong Royong No. 147, Gombel Lama, Semarang. Silahkan melakukan registrasi terlebih dahulu di s.id/fnb3.
Enterpreneurship Forum Nandur Becik Gombel Semarang Startup Wirausaha

 

We are featured contributor on entrepreneurship for many trusted business start up:

Copyright © Rumah Sasongko Gombel Semarang™ is a registered trademark.
Designed by Templateism. Hosted on Blogger Templates.