Rumah Sasongko

Merawat Seduluran
Ruang Karya Bersama dalam semangat kolaborasi kebersamaan, persaudaraan dan kekeluargaan.
Rumah inkubasi startup di Gombel Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah.

About Rumah Sasongko Gombel Semarang

.......

Latest Article

Minggu, 29 April 2018

Blockchain Corner: E-Commerce dan Blockchain

cloudways.com

Semenjak bermunculan situs belanja online seperti BukaLapak, Toko Pedia, Alibaba secara perlahan telah mengubah kebiasaan kita dalam berbelanja. Banyak dari kita kini memilih berbelanja online melalui telepon genggam daripada harus capek menuju pusat perbelanjaan. Selain berbelanja dengan cara yang mudah, harga yang lebih murah serta berbagai macam produk yang tersedia juga menjadi salah satu keunggulannya. Mau cari barang apa saja ada dan tentunya kita sebagai konsumen dapat memilih harga sesuai dengan kemampuan.

Tentunya semakin berkembangnya teknologi, para pelaku eCommerce juga pula membuka diri agar tetap bisa terus berinovasi. Seperti pada perkembangan teknologi blockchain.
Penggunaan teknologi blockchain pada platform eCommerce tak hanya sebatas pada penggunaan bitcoin atau ethereum dalam metode pembayarannya, namun bisa lebih dari sekedar itu. Yang jelas, saat eCommerce muai memanfaatkan teknologi blockchain, maka biaya akan semakin murah karena sudah tidak ada lagi pihak ketiga.

Selama ini, eCommerce masih menggunakan pihak ketiga seperti Bank atau PayPal yang tentunya dalam setiap transaksi ada tambahan biaya yang harus dibayarkan. Dengan menggunakan teknologi Blockchain maka hal tersebut dapat dihindari. Tak perlu lagi ada pihak ketiga, sebab antara penjual dan pembeli sudah memiliki dompet digital masing-masing.

Disisi lain, ada hal-hal yang mungkin akan membuat para pelaku eCommerce tidak mau menggunakan teknologi blockchain, yaitu karena faktor transparansi. Seperti pembahasan sebelumnya, bahwa salah satu keunggulan teknologi blockchain yang kurang disukai beberapa pihak ialah soal transparansinya. Ya, blockchain sangat menjamin adanya visibilitas data. Bagi para pelaku eCommerce tentu hal ini sangat dihindari, sebab data-data yang didapatkan bisa digunakan oleh kompetitor.

Sebenarnya, teknologi blockchain yang sarat dengan transparansi akan membantu semua pihak untuk menuju pada keadilan bersama, tak terkecuali para pelaku eCommerce. Bila teknologi blockchain diaplikasikan secara benar dan tepat justru dapat membantu memajukan eCommerce dalam bidang pemasaran dan pengembangan. Misalnya seperti adanya program cashback dengan menggunakan mata uang digital yang dapat dibelanjakan di tempat lain. Tentunya pelanggan akan semakin loyal dan mengajak orang lain untuk ikut bergabung pada program cash back yang dijalankan.
Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin banyak para pelaku eCommerce terbuka terhadap kehadiran teknologi masa depan ini pastinya akan bermunculan berbagai program di platform eCommerce. Dan yang pasti untuk tujuan keuntungan bersama.



Blockchain Corner Enterpreneurship Semarang Wirausaha

Selasa, 24 April 2018

Blockchain Corner : Dapatkah Teknolologi Blockchain Menggantikan Pencatatan Tanah Konvensional?

marketingland.com/

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, teknologi Blockchain merupakan teknologi yang menggunakan sistem keadilan dan transparan. Teknologi Blockchain sendiri memunculkan mata uang digital baru yang disebut dengan cryptocurrency dan yang banyak dikenal ialah Bitcoin. Dalam setiap transaksi yang menggunakan cryptocurrency maka akan dicatat dalam buku besar terbuka yang tidak bisa dirubah oleh siapapun. Karena sifatnya yang terbuka, maka siapapun dapat melacak sejarah transaksi dari awal sampai akhir.

Dengan sifatnya yang transparan tersebut, maka teknologi ini memungkinkan untuk dikembangkan di berbagai lini, salah satunya ialah dalam bidang pencatatan tanah. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa banyak sekali kasus sengketa tanah yang diakibatkan oleh ketidakjelasan dalam pencatatan tanah. Misalnya bangunan lama yang sudah lama usang dan tidak terpakai dan tidak diketahui secara jelas siapa pemiliknya, sehingga banyak kasus penyerobotan tanah dan secara tiba-tiba sudah berganti pemilik tanpa urutan yang jelas.

Maka tak mengherankan bila teknologi blockchain bisa sangat membantu memperjelas carut marut pencatatan tanah yang selama ini banyak terjadi. Ya, catatan tanah elektronik dengan menggunakan sistem Blockchain akan menjadi lebih efektif daripada pencatatan dan penyimpanan secara konvensional. Selain lebih aman, tentunya ini menjadi garansi baik bagi pemilik maupun calon pembeli properti.

Sistem pencatatan tanah dengan menggunakan blockchain ternyata kini sudah mulai di kembangkan di beberapa negara. Salah satunya ialah Swedia. Negara yang masuk jajaran negara dengan ekonomi terbaik di dunia ini mulai mengembangkan teknologi blockchain dalam hal pencatatan pembeliaan properti. Tahun lalu Lantm√§teriet, yaitu otoritas pencatan tanah Swedia telah melakukan uji coba menggunakan blockchain. Menurut Henrik Hjelte, CEO ChromaWay, hal ini dapat menjadi percepatan ekonomi bagi negara. Tidak hanya itu, Hjelte  juga percaya bahwa Swedia adalah tempat yang ideal untuk menguji blockchain untuk pencatatan tanah karena kepercayaan publik terhadap otoritas yang sangat tinggi.

Selain Swedia, ternyata Inggris juga sudah melakukan pengembangan pada sistem pencatatan tanah menggunakan blockchain. Pencatatan properti menggunakan teknologi blockchain dinilai dapat mengubah sistem lama untuk segera berubah menuju sistem yang lebih cepat, sederhana, dan tentunya denga menggunakan keterbukaan terhadap data.

Ternyata, tak hanya negara-negara predikat perekonomian terbaik dunia saja yang telah melakukannya, negara-negara krisis perampasan hak milik tanah seperti Ghana di benua Afrika juga sudah mulai melakukan pencatatan tanah berbasis blockchain melalui program BitLand. Program yang sudah mulai berjalan di Ghana ini diharapkan dapat menyebar ke seluruh negara di benua Afrika.

Tentunya kita semua berharap semua negara mulai menggunakan sistem ini dalam pencatatan tanahnya. Sebab tak hanya soal kepemilikan tanah yang transparan saja, namun sistem ini juga sebagai media untuk mendidik masyarakat di setiap negara terhadap kepemilikan lahan yang terdokumentasi secara baik dan benar.

Kalau Ghana saja sudah, lalu bagaimana dengan Indonesia ya?

Blockchain Corner Gombel Semarang

Jumat, 20 April 2018

Blockchain Corner : Pemerintah dan Blockchain

BlockChainLion.com
Tanpa mengesampingkan fakta bahwa beberapa cryptocurrency terbukti dapat digunakan sebagai alat tukar, di beberapa negara masih belum ditetapkan peraturan yang jelas. Di Amerika Serikat, pada hari Selasa 6 Maret 2018 lalu, mata uang virtual seperti bitcoin secara resmi diputuskan dapat diatur sebagai komoditas oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi A.S.

Peraturan mengenai mata uang virtual memang masih dalam tahap awal. Di banyak negara, pemerintah belum mengeluarkan undang-undang yang mengatasinya secara langsung. Hanya saja pemerintah memperingatkan perlunya memerangi kecurangan di pasar mata uang virtual.

Hal lain yang menjadi perhatian pemerintah atas kemunculan cryptocurrency adalah teknologi yang mendasarinya, Blockchain. Banyak pihak yang merasa bahwa keunggulan Blockchain patut diadopsi. Agak kontradiktif dengan peran pemerintah yang berusaha menguasai kontrol atas suatu hal, Blockchain mengembalikan keseluruhan kekuasaan pada publik pengguna. Terdesentralisasi, begitu istilahnya. Meski demikian, pemerintah pun turut mencari celah atas pengadopsian Blockchain untuk sistem kepemerintahan suatu negara.

Di Swedia misalnya, penerapan Blockchain untuk pencatatan tanah dengan smart contract telah diujicobakan sejak Maret 2017 lalu. Otoritas pencatatan tanah di Swedia disebut dengan Lantmäteriet. Sejak tahun lalu, badan tersebut telah menguji cara untuk mencatat transaksi properti dengan blockchain. Hal ini dapat menyelamatkan pembayar pajak Swedia lebih dari 100 juta euro atau sekitar 106 juta dollar AS per tahun dengan menghapus dokumen cetak, mengurangi kecurangan, dan mempercepat transaksi.

Hal serupa diterapkan pula di Ukraina. Sejak Januari 2018 lalu, pemerintah Ukraina bekerjasama dengan salah satu platform layanan Blockchain untuk smart contract. Adanya kebijakan ini memungkinkan investor asing membeli lahan di Ukraina dengan Blockchain. Sekaligus bertujuan untuk mendorong harga tanah yang turun drastis hingga 70% pada tahun 2014-2015 lalu dibandingkan harga puncaknya pada tahun 2008. Tahun lalu, perekonomian Ukraina menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan GDP naik 2,3 persen. Hal ini membuat investasi real estate menarik bagi pembeli asing pada khususnya, dan pemerintah Ukraina merasa bahwa Blockchain adalah cara yang tepat untuk memfasilitasi transaksi guna meningkatkan prospek ekonomi di negara ini.

Ke depannya, diharapkan teknologi Blockchain dapat pula diterapkan untuk membantu kinerja pemerintah negara-negara di dunia. Karena dengan Blockchain, kedaulatan atas suatu hal dikembalikan kepada masyarakat yang berhak.





Referensi:
https://www.reuters.com/article/us-usa-cftc-bitcoin/virtual-currencies-are-commodities-u-s-judge-rules-idUSKCN1GI32C
https://www.forbes.com/sites/laurashin/2017/02/07/the-first-government-to-secure-land-titles-on-the-bitcoin-blockchain-expands-project/
https://www.huffingtonpost.com/entry/purchasing-property-online-the-revolutionary-way-ukraine_us_59933fe7e4b0afd94eb3f565
Blockchain Corner Gombel Semarang Startup Wirausaha

Selasa, 17 April 2018

Reportase Acara Home Concert Tour Bonita & Adoy bersama Andie JP



Tepat pukul 15.30 acara Home Concert Bonita & Adoy bersama Andie JP di Rumah Sasongko dimulai. Seperti biasa, Homeband Rumah Sasongko, Narajiwa Band menyanyikan beberapa lagu sebagai nyanyian pembuka.

Usai alunan musik dari Narajiwa, Yogadanu sebagai MC menyapa rekan-rekan yang hadir dan menceritakan sekilas tentang maksud dan tujuan Bonita & Adoy mengadakan Home Concert Tour kali ini.



Home Concert Tour merupakan ajang untuk  mensosialisasikan tentang adanya Festival Musik Rumah yang akan dimulai pada tanggal 17 Agustus 2018. Festival Musik ini tentu saja menarik, karena acara ini berupa rangkaian konser-konser yang dilakukan dalam waktu yang berurutan namun di tempat yang berbeda, dan tentunya konser yang dilakukan di rumah. Konsep ini tentu saja bukan ide yang sangat umum.  Karena bagi mereka setiap rumah itu memiliki karakteristik sendiri dan tentu saja akan memberikan kesan yang berbeda-beda. Disitulah letak keunikannya. Banyak sekali rekan-rekan musisi di daerah turut meramaikan Festival Musik Rumah. Tak hanya musisi di daerah saja, namun musisi Indonesia yang tinggal di luar negeri juga ikut berpartisipasi. Konser ini juga sekaligus menyebarkan pesan pada semua untuk "Mempererat Kebhinekaan dan Merawat Persaudaraan".

Dan dalam konsernya sore itu Bonita dan Adoy juga menampilkan jingle dari Home Concert Tour yang berjudul Rumah Temanku.

Bagi kawan-kawan yang ingin bisa ikut menikmati Home Concert Tour Bonita & Adoy bersama Andie JP di Rumah Sasongko serta rangakaian Tour lain bisa melalui live streaming di facebook fanpage Festival Musik Rumah.

Sukses terus untuk Bonita & Adoy bersama tim!




Forum Nandur Becik Gombel Semarang

Minggu, 15 April 2018

Blockchain Corner : Mengapa Perlu Segera Beralih ke Sosial Media Berbasis Blockchain?

socialnomics.net

Saat ini disadari atau tidak sebagian besar waktu kita habis untuk bersosial media. Walau hanya melihat update status teman, kepo dengan foto-foto liburan artis atau membaca hal-hal yang viral di sosial media ternyata kegiatan tersebut telah mengambil waktu kita sampai dengan 30%. Dan kegiatan aktif di sosial media online menjadi lebih menyenangkan dibandingkan bersosialisasi secara langsung.

Mungkin banyak dari kita yang sudah mulai jengah bersosial media. Selain banyaknya iklan yang muncul, sosial media juga menjadi salah satu tempat penyebaran hoax yang paling mujarab. Informasi yang faktual serta terpercaya sepertinya sudah menjadi sesuatu yang sulit untuk didapatkan. Ya karena faktanya, banyak sekali konten palsu dari account sosial media yang juga palsu. Dan tentu saja, ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari tersebarnya berita-berita palsu tersebut. Sepertinya, sosial media kini seperti sudah kehilangan fungsi sebagai media untuk bersosialisasi.

Namun disamping itu semua, beberapa orang tetap optimis bahwa fungsi sosial media online bisa kembali ke fungsi yang sebelumnya, yaitu salah satu cara untuk mewujudkannya dengan menerapkan teknologi Blockchain dalam sosial media. Banyak orang percaya dengan adanya transparansi yang dimiliki Blockchain, maka dapat mengubah cara orang terhubung dengan satu sama lain melalui sosial media yang lebih baik.

Untuk meminimalisir maraknya akun palsu, teknologi blockchain memberikan suatu mekanisme untuk para pengguna untuk mengamankan informasi pribadi sendiri dan adanya layanan untuk memvalidasi identitas. Salah satunya ialah Uport, yaitu sistem identitas terbuka yang menggunakan blockchain Ethereum yang memungkinkan pengguna untuk mengelola identitas secara mandiri. Aplikasi juga diizinkan untuk menggunakan protokol Uport dalam memvalidasi dan memeriksa kepercayaan.

Sistem semacam Uport tentunya sangat membantu platform sosial media dalam memastikan para penggunanya. Dan dengan demikian platform sosial media tersebut benar-benar berisi orang-orang yang secara nyata ada.

Selain identifikasi identitas para pengguna, teknologi blockchain juga mendorong para pengguna untuk menjunjung tinggi kebenaran. Selain memfilter maraknya akun palsu, teknologi Blockchain juga mendorong para pengguna untuk membuat konten yang sebenarnya. Konten yang dibuat oleh para pengguna kemudian akan dikurasi oleh beberapa orang apakah konten tersebut benar adanya atau tidak. Cara ini tak hanya berguna untuk mengurangi penyebaran konten hoax, namun juga mengurangi maraknya plagiarisme. Salah satunya seperti Steemit, sebuah platform sosial media yang menggunakan teknologi blockchain. Semua pengguna yang tergabung didalamnya didorong untuk menjadi lebih produktif berkarya dengan menghasilkan konten asli dan tentunya bebas dari plagiarisme.

Nah selain itu, bagi kamu yang menjadi social media influencer juga bisa menggunakan platform social media berbasis platform yang khusus menghubungkan para influencer dengan brand-brand lokal maupun internasional yang akan membutuhkan para influencer seperti kalian. Seperti indaHash, contohnya.


Ya, sudah saatnya kita memasuki era sosial media yang lebih sehat dan lebih baik lagi. Karena kembali lagi, tujuan sosial media ya untuk memudahkan kita untuk bersosialisasi dengan sesama walau berada di tempat dan waktu yang berbeda.



Jadi kapan nih mau mulai berpindah ke sosial media dengan sistem blockchain?
Blockchain Corner Enterpreneurship Gombel Semarang Startup Wirausaha

Kamis, 12 April 2018

Home Concert Tour Bonita & Adoy





Bonita dan Adoy datang lagi ke Semarang!

Dalam rangkaian Home Concert Tour, Bonita & Adoy bersama dengan Andie JP yang akan menghadirkan alunan musik merdu yang menggugah jiwa. 

Hadir dan nikmati performance mereka di Rumah Sasongko pada hari Senin, 16 April 2018 mulai pukul 3 sore. Acara ini gratis.

Yuk datang dan ajak teman-teman kalian!
Gombel Semarang

 

We are featured contributor on entrepreneurship for many trusted business start up:

Copyright © Rumah Sasongko Gombel Semarang™ is a registered trademark.
Designed by Templateism. Hosted on Blogger Templates.